Pages

Senin, 28 November 2011

PATRIOT


Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata "patriot" dan "isme" yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan. Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga. Seorang patriot membutuhkan sikap yang prestatif, aktif, tanggap, kritis, visioner dan tanggungajawab. PATRIOT, merupakan singakatan dari beberapa kata yang sangat berhubungan dengan kehidupan kita. Yaitu; Prestatif, Aktif, Tanggap, kRitis, vIsiOner, dan Tanggungjawab. Yang pertama kita bahas adalah Prestatif, sesuai dari urutannya. Prestatif adalah suatu sifat yang memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi dalam segala hal. Kreativitas itu sendiri artinya adalah berfikir sesuatu yang baru dengan cara yang baru juga. Kreatif memang sangat penting, karena dengan kreatif kita dapat menciptakan sesuatu yang baru dan dapat menjadikan sesuatu itu lebih banyak macam, sehingga terjadi proses perubahan yang sifatnya berkembang. Sifat kreatif juga harus di miliki oleh para mahasiswa, agar dengan bakat kreatifnya tersebut, mereka dapat mengembangkan suatu yang lebih bagus dan lebih berkualitas dari sebelumnya. Dari situ, akan dapat muncul bibit-bibit penerus bangsa yang bisa dipercaya untuk membawa negara ini menjadi negara yang berkualitas tinggi. Dan bahkan siap untuk menyaingi negara-negara lain. Yang kedua adalah Aktif, sebenarnya aktif memberikan banyak arti. Namun saat ini saya akan menjelaskan aktif seorang mahasiswa dan prilaku. Aktif di kelas, dalam arti selalu menanggapi setiap mata kuliah, sehingga tidak hanya diam. Lalu aktif dengan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen, tidak menunda-nunda waktu, sehingga waktu bisa terjadwal, dan tidak terbuang sia-sia. Aktif menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh dosen, karena itu juga menguntungkan kita selain menambah nilai kita juga bisa mengasah kemampuan daya ingat serta pemahaman kita tentang bab itu. Dengan aktif juga itu memberikan penilaian tambah dari sudut pandang orang lain. Yang ketiga adalah tanggap, tanggap berarti dapat memahami dan mengerti terhadap segala sesuatu, namun masih dalam mengikuti aturan-aturan. Mahasiswa juga harus cepat tanggap, artinya mereka mampu bekerja atau melakukan suatu hal sesuai dengan peraturan yang ada. Serta ditunjang dengan semangat dan ambisi yang kuat untuk selalu ingin maju dan terus berkembang agar menjadi mahasiswa yang prestatif, mampu memunculkan ide ide dan prestasi yang membanggakan. Dengan begitu seorang mahasiswa bisa menjadi penerus masa depan yang mampu membawa perubahan lingkungan sekitar bahkan bagi dunia, pastinya berawal dari merubah dari dalam dirinya sendiri. Dengan catatan wajib atau bisa menjaga nilai nilai moral yang ada. Semua itu pasti bisa dilakukan asalkan kita memiliki niat yang kuat serta usaha yang maksimal untuk mencapai tujuan tersebut. Jika kita hanya mempunyai niat tapi tidak pernah mengaplikasikannya dalam diri kita maka yang terjadi hanyalah impian dan bukan kenyataan. Yang keempat adalah kritis, kritis itu berarti bisa meneliti dan paham mana yang benar dan mana yang kurang benar. Dan dengan cepat dia membenarkan apa yang di anggapnya salah. Sedikit penggambaran tentang orang yang kritis, dia mempunyai sifat yang tenang, selalu berhati-hati, tidak ceroboh, semua diperhitungkan agar tidak salah,  dan lain-lain. Memang tidak banyak orang yang kritis, karena kebanyakan seseorang itu bertindak ceroboh, tidak berhati-hati, sehingga ering melakukan kesalahan. Yang kelima adalah visioner, Visioner adalah seorang yang dapat melihat jauh sekali kedepan, tanpa batasan dan halangan, dan melakukannya setelah dapat menarik suatu kesimpulan. Karena pada dasarnya seorang visioner dapat melihat peluang yaitu dimensi waktu dan ruang tanpa batasan dan halangan, walaupun didepan mata gunung tinggi menjulang, yang membatasi pandangan.
Seorang visioner adalah orang yang berani mencipta sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Seorang visioner orientasinya pada capaian jauh mendepan. Seorang visioner selalu berfikir dengan gagasan dan karya besarnya. Maka penyebutannyapun tak sekedar sebuah khayalan. Lebih cocok disebut impian. Seorang yang visioner biasanya, dia bisa menjadi seorang pemimpin, sehingga pemimpin yang visioner adalah pola kepemimpinan yang ditujukan untuk memberi arti pada kerja dan usaha yang perlu dilakukan bersama-sama dan berdasarkan visi yang jelas. Seorng pemimpin visioner juga harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, memiliki kemampuan bereaksi secara tepat, bisa memahami keadaan lingkungan. Selain itu seorang yang visioner juga harus mampu berorganisasi. Berfikir visioner berarti kita telah memancangkan pilar berfikir; tidak ada yang tidak mungkin bagi seorang visioner. Dan poin yang terakhir adalah tanggungjawab, tanggungjawab salah satu sifat yang wajib dimiliki oleh semua orang. Karena rasa tanggungjawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia yang berarti dalam bahasa indonesia keadaaan wajib menanggung segala sesuatu yang menjadi tanggungannya. Tanggung jawab akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekuensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.Setiap manusia memiliki tanggungjawab masing-masing yang berbeda-beda terutama untuk bagian menjalani kehidupan. Namun ada juga orang yang melalaikan tanggungjawabnya, dengan seenaknya dia tidak merasa ada tanggungan apa-apa, berarti orang tersebut tidak punya rasa peduli.

WHO am I


Nama saya adalah Carissa Cindy Febiana, biasanya teman-teman memanggil saya Carissa. Saya lahir pada tanggal 06 Februari 1994 di Surabaya, dan di Rumah Sakit Islam tepatnya. Saya anak kedua dari tiga bersaudara, adik dan kakak say laki-laki semua, jadi saya sangat dijaga sama mereka. Tempat tinggal saya di daerah Injoko, tepatnya Perum. Gayung Kebonsari 14A no.20. Saya TK di Wijaya Kusuma, hanya menempuh 1tahun. Saya masuk SD di umur 5 tahun, disaat itu saya pindah sekolah dua kali, dikarenakan saya tidak nyaman dengan pengajaran gurunya. Saya sangat suka menari saat itu, hingga menang juara tari 10 besar tingkat Jawa Timur. Saya sangat tidak terima karena teman-teman mengatain saya “kurus,biting,cungkring”, hingga akhirnya kelas 4 mau kenaikan kelas 5, saya berusaha menggemukkan badan, sampai tidak bisa terkendali ya jadinya sebesar ini, panggilan sekarang “endutzz”. SMP saya di SMPN 32 Surabaya dan SMAnya di SMAN 18 Surabaya. Sekolah saya dari TK hingga SMA tidak pernah jauh dari rumah. Tetapi sekarang kuliah saya sangatlah jauh dari rumah, 30menit perjalanan dengan kecepatan tinggi. Karena rumah saya jauh dari kampus, saya sering mampir ke kos maupun ke rumah teman-teman untuk istirahat. Sungguh sangat beruntung bisa mempunyai teman-teman yang baik seperti mereka. Flash back, cita-cita saya adalah menjadi dokter, tetapi takdir berkata lain. Saya sudah mencoba SNMPTN undangan, SNMPTN tulis dan PKM, semuanya saya isi dengan jurusan kedokteran, tetapi selalu gagal. Disitu saya mulai galau harus melanjutkan sekolah kemana lagi. Kedua orangtua saya ragu dengan hasil SNMPTN tulis saya, sehingga mereka tisak mengizinkan saya untuk mendaftar ke ITS. Untung saja ada tante saya yang mendaftarkan saya ke ITS, niat awal saya hanya memilih Teknik Industri, karena hanya itu yang saya tahu, tetapi tante saya menyarankan untuk mengisi semua kuota yang ada. Akhirnya saya memilih Teknik Industri, Teknik Kimia, Sistem Informasi. Ketika pengumuman ITS, saya ditelpon tante saya jam 00.30 malam, kalau saya masuk jurusan Sistem Informasi, ekspresi saya saat itu tidaklah bahagia, saya hanya berkata “ya sudahlah cari Universitas lain aja”. Sungguh kata-kata yang tak pantas diucapkan. Semua keluaga saya juga tidak mempunyai ekspresi bahagia ketika saya masuk ke ITS. Ini semua karena semua keluarga saya tidak tahu jurusan Sistem Informasi tuh ngapain aja dan prospek kerjanya bagaimana. Setelah saya diterangkan dengan om-om saya, saya lumayan respect, tetapi belum bisa meyakinkan saya. Hingga keluarga saya mendatangi ke rumah dosen Teknik Kimia ITS dan menanyakan semua tentang SI itu bagaimana. Disitulah saya sudah mengerti banyak dan saya juga diberi tahu kalau jurusan Sistem Informasi itu juga favorite di ITS dan sudah banyak peserta yang tidak berhasil lolos masuk jurusan itu. “Meskipun itu anaknya dosen sekalipun, tetapi jika dia tidak mempunyai nilai yang cukup, dia akan tergeser dengan orang yang biasa-biasa saja tetapi hasil SNMPTN tulisnya bagu” itu kata-kata yang sangat meyakinkan saya, kalau saya ini beruntung bisa masuk jurusan ini. Saya juga berpikir ulang, kenapa selama ini selalu memilih jurusan kedokteran, malah tidak pernah lolos, tetapi jurusan yang bagus tetapi aku belum dapat pandangan itu memberikan saya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan saya dan banyak orang yang menginginkan jurusan ini tetapi belum beruntung. Saya berdoa terus, supaya Allah menuntun saya untuk memilih jurusan yang akan membawa kesuksesan kelak. Dan saya memutuskan untuk Alhamdulillah saya bisa memutuskan  masuk Institut Teknologi Sepuluh November jurusan Sitem Informasi. Dimulailah masa perkuliahan di iTS. Setelah saya jadi mahasiswa, banyak perubahan yang saya alami, contohnya perubahan sikap menjadi lebih baik dan mampu mengatur waktu dengan baik. Adaptasi dari siswa dan mahasiwa membutuhkan banyak waktu dan energi yang ekstra. Sungguh teman-teman 2011 Sitem Informasi sangatlah membantu saya, mereka juga asyik dan menyenangkan. Saya tuh anaknya mudah penasaran, ingin tahu segala sesuatu yang baru dan belum saya ketahui sebelumnya. Apabila saya menjadi sebuah benda, saya akan memilih menjadi jarum jam, yang akan selalu berputar dan akan berhenti ketika baterainya habis. Maksudnya, didalam kehidupan ini saya ingin mencari ilmu sebanyak mungkin tak kan pernah berhenti untuk mecari manfaat kehidupan sebaik mungkin. Apabila baterainya habis, pasti jam itu akan berhenti berputar, tetapi tidak untuk selamanya. Selama pemberhentian perputaran, saya akan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan sebelumnya, agar dikemudian hari ketika jam itu dimasuki baterai baru dan bisa berputar kembali, saya bisa melanjutkan perjalanan kehidupan. Jam itu juga meberi sambutan baik yaitu menerima baterai baru, itu artinya saya akan menerima saran dari orang-orang disekitar saya yang bermanfaat untuk kedepannya dan menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Itu sedikit cerita tentang saya beserta pengalamannya.

Kuliah Tamu SI dengan Seorang Jurnalis



Beliau berasal dari Kediri. Beliau adalah dosen di STIKOM Surabaya. Beliau alumni UNAIR dan UWK. Beliau hobi menulis, sehingga dengan peluang yang ada beliau manfaatkan dengan baik, menuliskan di beberapa media cetak. Beliau adalah Rudi Santoso.
Tanggal 20 Oktober kemarin, Rudi Santoso mengunjungi Jurusan Sistem Informasi ITS. Beliau datang untuk membagi pengalaman dan memberi tips agar mahasiswa baru Sistem Informasi 2011, bisa menulis dengan baik guna menunjang kedepannya. Kita pun juga berusaha menggali semua pengalaman menulis beliau, agar kita bisa mencontohnya dan mungkin bisa lebih baik dari beliau.
Beliau menjelaskan bahwa menulis itu harus: Sederhana, Orientasi pembaca, Hindari istilah asing, Hindari jargen, singkatan dan akronim, Spesifik dan Kongkrit, Detil yang relevan, Analogi yang sederhana.
Tips singkat dari Rudi Santoso tentang menulis opini:
1.      Buat kerangka tulisan.
2.      Kenali gaya selingkung media masa yang akan dituju.
3.      Buatlah judul yang agitatif (mempengaruhi) yang positif.
4.      Sertakan data sederhana sebagai pendukung.
5.      Masukkan kutipan singkat dari tokoh yang menulis hal serupa di media beberapa hari sebelumnya.
6.      Berikan data Anda yang sedikit menjual.
Kesimpulan dari semua yang sudah dijelaskan oleh Rudi Santoso:
1.      Apa yang kamu baca hari ini menentukan karakter, karakter akan menentukan pilihan hidup, pilihan hidup akan menentukan masa depan, jadi harus menentukan karakter dari sekarang untuk masa depan.
2.      Menulis baik adalah dengan membaca terlebih dahulu.
3.      Penulis baik harus mempunyai model.
4.      Menarik kesimpulan, lihatlah dari sudut pandang yang berbeda.
Semua bisa dilakukan dengan baik untuk menulis, dengan cara kita selalu mencoba. Jangan pernah menyerah dengan situasi yang ada, teruslah berlatih untuk memperbaiki diri.



Helen Keller

Sungguh tidak dibayangkan. Dilahirkan tanpa bisa mendengar dan melihat. Tidak bisa melihat keindahan alam dengan mata. Tidak bisa mendengar suara-suara indah melalui telinga. Dunia terasa kosong. Tidak tahu arah mau kemana. Bingung ingin melakukan apa. Emosi juga tidak bisa terkontrol. Orang lain tidak bisa mengetahui apa yang kita maksud. Dia bernama Helen Keller.
Orangtuanya berusaha mengerti maksud Helen Keller. Tapi itu terasa sulit. Pemahaman antara orangtua dan anak sungguh berbeda. Apalagi dengan kekurangan yang dimiliki Helen Keller. Kemudian orangtuanya berusaha mencari orang yang bersedia untuk menemani dan mengetahui maksud dari kemauan anaknya. Hingga akhirnya, mereka bertemu dengan Anne Sullivan.
Anne Sullivan dulunya juga tidak bisa melihat,setelah dia dioperasi duakali, akhirnya Anne Sullivan bisa melihat indahnya dunia. Berbeda dengan Helen Keller yang sudah di diagnosa oleh dokter, kalau dia buta permanen (tidak akan bisa melihat meskipun dioperasi). Anne Sullivan rela menemani Helen Keller dan berusaha untuk mengerti maksudnya.
Anne Sullivan mengajari segala kehidupan yang belum diketahui Helen Keller. Awalnya Anne mengajari Helen untuk mengenal air dan tanah, membutuhkan waktu selama 3 bulan. Sehingga Keller paling suka bermain pompa air di halaman rumahnya. Anne mengajari Helen membaca dengan belajar buku braille. Anne juga mempelajari pembicaraan orang dengan memegang mulut orang.
 Helen Keller yang awalnya tidak bisa merasakan indahnya hidup. Sekarang dia sangat senang menjalani kehidupan sehari-harinya. Ini semua karena bantuan Anne Sullivan yang selalu membantu dan menemani Helen Keller.

Lena Maria

Orangtuanya sangat menanti kehadiran sang buah hati. Tak sabar ingin mendengar teriakannya, ingin rasanya bisa bermain dengannya. Sungguh orangtua yang menanti kelahiran sang buah hati tercinta.
Lena Maria anak yang ditunggu mereka. Tapi tak disangka, kelahiran Lena Maria mengkagetkan seluruh keluarga. Lena Maria lahir tanpa kedua tangan dan kaki kirinya mempunyai panjang setengah dari kaki kanannya. Orangtuanya tidak menyesal sudah melahirkan dia. Orangtuanya bekerja keras untuk membangun jiwa Lena Maria yang mandiri, sabar dan mereka pun yakin terhadap kemampuan Lena Maria kelak. Lena Maria diciptakan berbeda dengan manusia normal biasanya. Orangtuanya juga beranggapan kalau Lena Maria pasti mempunyai kemampuan atau pun cara yang berbeda dari manusia normal lainnya.
Ketika umur 3 tahun, Lena Maria pertama kali diajarkan berenang oleh Ayahnya. Dia berlatih terus, tak pernah ada kata menyerah meskipun dia tidak mempunyai anggota tubuh yang lengkap. Dengan kegigihannya, dia berhasil meraih 4 medali di usia 18 tahun. Selain berhasil dalam dunia olahraga(renang), dia juga mencintai musik, dia suka bernyanyi. Dia menjadi penyanyi professional. Tak pernah dia merasa malu atas kekurangan fisiknya.
Anggota tubuh yang berperan aktif di tubuh Lena Maria adalah kaki kanannya. Biasanya manusia normal lebih mempergunakan tangan daripada kaki. Dengan keterbatasan  Lena Maria, dia tidak putus asa dengan takdirnya itu. Dia bisa menjahit, melukis, memasak, makan dengan sumpit, dan masih banyak hal yang dilakukan Lena Maria seperti orang normal lainnya. Bahkan Lena Maria pun bisa mengemudi mobil sendiri, dia membuat mobil dengan alat pengontrol yang lebih mudah dikendalikannya.
Dia juga mendapat penghasilan. Dia memanfaatkan keadaannya untuk memotivasi orang lain. Dengan acara-acara seperti itu Lena Maria dapat penghasilan. Selain itu penghasilan juga bisa diterima karena dia mengikuti perlombaan-perlombaan.
Sungguh tak pernah menyesal. Bersyukur sudah dilahirkan. Meskipun tidak mempunyai anggota tubuh yang lengkap, dia tidak mau terpuruk dengan kesedihan. Dia melakukan semua aktivitas, seperti yang dilakukan manusi normal lainnya.
Ini kisah nyata yang patut kita contoh kegigihannya. Tak pernah menyerah dalam situasi apapun. Terus bangkit menuju yang lebih baik. Kekurangan kita adalah Kelebihan kita.

Kehidupan di Kampus Sistem Informasi

           Pagi yang indah di hari Senin. Mengawali kegiatan di kampus tercinta, Sintem Informasi. Mata kuliah yang pertama adalah Keterampilan Interpersonale yang di bombing oleh Pak Sholiq. Di dalam pembelajarannya, kita mendapatkan materi tentang menulis.
            Kebanyakan mahasiswa memulai kuliah di siang hari. Kuliah pagi adalah hal yang berat buat mahasiswa, karena malam harinya kita begadang untuk menyelesaikan tugas, mereka menyempatkan tidur di pagi harinya.
            Saya sangat cinta dengan kampus dan jurusan saya ini. Tetapi, sangat disayangkan karena fasilitas belum maksimal, misalnya kamar mandi yang tidak ada lampu dan keran air yang mati ketika ingin shalat di mushollah.
            Meskipun di malam hari, kampus ini tetap terasa ramai. Selalu ada aktivitas meskipun kelas sudah berakhir. Mereka mengerjakan tugas-tugas di kampus bersama teman-teman.
           
Vivat SI
Hidup SI…Hidup SI…Hidup SI
Vivat
Hidup ITS…Hidup ITS…Hidup ITS