Pages

Senin, 28 November 2011

Alangkah Lucunya Negeri Ini

         Muluk seorang sarjana management yang berusaha mencari pekerjaan. Sayangnya, di kota metropolitan itu nasib Muluk tidak sebagus seperti gelar pendidikannya yang tinggi. Dia berusaha mencari pekerjaan kemana-mana tetapi tetap tidak berhasil.
Hingga Muluk bertemu seorang pencopet yang bernama Komet. Awalnya Muluk berpikir negative tentang pencopet. Tetapi dia mempunyai pemikiran positive juga yang bisa menguntungkan kedua belah pihak, yaitu sebuah proyek penuntasan kemiskinan dalam pengembangan sumber daya manusia.
            Komet mengajak Muluk kemarkas untuk  mengenalkannya dengan Boss Jarot. Disitu Muluk berpikir gimana caranya untuk mengajak anak pencopet untuk memiliki ilmu yang bermanfaat. Muluk meminta Boss Jarot supaya anak-anak selain mencopet, mereka diberi kesempatan untuk belajar. Muluk juga akan membantu dalam mengatur keuangan anak pencopet supaya mempunyai tabungan di masa depan dan pastinya dia juga ingin mendapatkan keuntungan atas jasanya. Muluk meminta 10% dari hasil pencopetan tiap harinya
Tiap hari Muluk datang ke markas untuk mengajari anak-anak supaya mempunyai pendidikan dan berusaha mengajari kehidupan negeri ini. Muluk tidak sendiri, dia juga dibantu oleh kedua temannya yang juga bergelar sarjana. Tidak hanya pendidikan tentang negeri ini saja yang di ajarkan, pembelajaran agama pun juga diajari. Mereka menangkap pembelajaran dengan baik dan cepat.
Hingga orangtua Muluk tahu akan kenyataan pekerjaan anaknya dan menyadarkan langsung kepada Muluk tentang pekerjaanya yang berniat baik tetapi didalamnya terselip keburukan. Selama ini, Muluk mendapatkan hasil gaji dari anak-anak pencopet. Muluk sangat menyesalinya, kemudian memutuskan untuk berhenti dalam pengajaran.
Dunia ini, berasa pahit manis menyelimuti kehidupan kita. Pencopet adalah masa lau, masa depan adalah pengasong dan nantinya berharap menjadi pengusaha yang sukses.