Nama saya adalah Carissa Cindy Febiana, biasanya teman-teman memanggil saya Carissa. Saya lahir pada tanggal 06 Februari 1994 di Surabaya, dan di Rumah Sakit Islam tepatnya. Saya anak kedua dari tiga bersaudara, adik dan kakak say laki-laki semua, jadi saya sangat dijaga sama mereka. Tempat tinggal saya di daerah Injoko, tepatnya Perum. Gayung Kebonsari 14A no.20. Saya TK di Wijaya Kusuma, hanya menempuh 1tahun. Saya masuk SD di umur 5 tahun, disaat itu saya pindah sekolah dua kali, dikarenakan saya tidak nyaman dengan pengajaran gurunya. Saya sangat suka menari saat itu, hingga menang juara tari 10 besar tingkat Jawa Timur. Saya sangat tidak terima karena teman-teman mengatain saya “kurus,biting,cungkring”, hingga akhirnya kelas 4 mau kenaikan kelas 5, saya berusaha menggemukkan badan, sampai tidak bisa terkendali ya jadinya sebesar ini, panggilan sekarang “endutzz”. SMP saya di SMPN 32 Surabaya dan SMAnya di SMAN 18 Surabaya. Sekolah saya dari TK hingga SMA tidak pernah jauh dari rumah. Tetapi sekarang kuliah saya sangatlah jauh dari rumah, 30menit perjalanan dengan kecepatan tinggi. Karena rumah saya jauh dari kampus, saya sering mampir ke kos maupun ke rumah teman-teman untuk istirahat. Sungguh sangat beruntung bisa mempunyai teman-teman yang baik seperti mereka. Flash back, cita-cita saya adalah menjadi dokter, tetapi takdir berkata lain. Saya sudah mencoba SNMPTN undangan, SNMPTN tulis dan PKM, semuanya saya isi dengan jurusan kedokteran, tetapi selalu gagal. Disitu saya mulai galau harus melanjutkan sekolah kemana lagi. Kedua orangtua saya ragu dengan hasil SNMPTN tulis saya, sehingga mereka tisak mengizinkan saya untuk mendaftar ke ITS. Untung saja ada tante saya yang mendaftarkan saya ke ITS, niat awal saya hanya memilih Teknik Industri, karena hanya itu yang saya tahu, tetapi tante saya menyarankan untuk mengisi semua kuota yang ada. Akhirnya saya memilih Teknik Industri, Teknik Kimia, Sistem Informasi. Ketika pengumuman ITS, saya ditelpon tante saya jam 00.30 malam, kalau saya masuk jurusan Sistem Informasi, ekspresi saya saat itu tidaklah bahagia, saya hanya berkata “ya sudahlah cari Universitas lain aja”. Sungguh kata-kata yang tak pantas diucapkan. Semua keluaga saya juga tidak mempunyai ekspresi bahagia ketika saya masuk ke ITS. Ini semua karena semua keluarga saya tidak tahu jurusan Sistem Informasi tuh ngapain aja dan prospek kerjanya bagaimana. Setelah saya diterangkan dengan om-om saya, saya lumayan respect, tetapi belum bisa meyakinkan saya. Hingga keluarga saya mendatangi ke rumah dosen Teknik Kimia ITS dan menanyakan semua tentang SI itu bagaimana. Disitulah saya sudah mengerti banyak dan saya juga diberi tahu kalau jurusan Sistem Informasi itu juga favorite di ITS dan sudah banyak peserta yang tidak berhasil lolos masuk jurusan itu. “Meskipun itu anaknya dosen sekalipun, tetapi jika dia tidak mempunyai nilai yang cukup, dia akan tergeser dengan orang yang biasa-biasa saja tetapi hasil SNMPTN tulisnya bagu” itu kata-kata yang sangat meyakinkan saya, kalau saya ini beruntung bisa masuk jurusan ini. Saya juga berpikir ulang, kenapa selama ini selalu memilih jurusan kedokteran, malah tidak pernah lolos, tetapi jurusan yang bagus tetapi aku belum dapat pandangan itu memberikan saya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan saya dan banyak orang yang menginginkan jurusan ini tetapi belum beruntung. Saya berdoa terus, supaya Allah menuntun saya untuk memilih jurusan yang akan membawa kesuksesan kelak. Dan saya memutuskan untuk Alhamdulillah saya bisa memutuskan masuk Institut Teknologi Sepuluh November jurusan Sitem Informasi. Dimulailah masa perkuliahan di iTS. Setelah saya jadi mahasiswa, banyak perubahan yang saya alami, contohnya perubahan sikap menjadi lebih baik dan mampu mengatur waktu dengan baik. Adaptasi dari siswa dan mahasiwa membutuhkan banyak waktu dan energi yang ekstra. Sungguh teman-teman 2011 Sitem Informasi sangatlah membantu saya, mereka juga asyik dan menyenangkan. Saya tuh anaknya mudah penasaran, ingin tahu segala sesuatu yang baru dan belum saya ketahui sebelumnya. Apabila saya menjadi sebuah benda, saya akan memilih menjadi jarum jam, yang akan selalu berputar dan akan berhenti ketika baterainya habis. Maksudnya, didalam kehidupan ini saya ingin mencari ilmu sebanyak mungkin tak kan pernah berhenti untuk mecari manfaat kehidupan sebaik mungkin. Apabila baterainya habis, pasti jam itu akan berhenti berputar, tetapi tidak untuk selamanya. Selama pemberhentian perputaran, saya akan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan sebelumnya, agar dikemudian hari ketika jam itu dimasuki baterai baru dan bisa berputar kembali, saya bisa melanjutkan perjalanan kehidupan. Jam itu juga meberi sambutan baik yaitu menerima baterai baru, itu artinya saya akan menerima saran dari orang-orang disekitar saya yang bermanfaat untuk kedepannya dan menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Itu sedikit cerita tentang saya beserta pengalamannya.