Pages

Senin, 19 Desember 2011

Banjir


          Sekarang musim hujan sudah datang. Ada yang berbahagia dengan kedatangan dari rahmat Tuhan ini, tetapi ada juga sebagian orang yang menganggap ini musibah.
          Setelah kekeringan berkepanjangan, sekarang ada hujan yang dating. Siapa yang tidak senang? Pasti semua ikut berbahagia. Banyak manfaat yang didaptakan dari turunnya hujan. Semua makhluk hidup di bumi mendapatkan hidayah dari hujan. Yang awalnya kekeringan, semua menjadi subur. Tumbuhan dan hewan tidak lagi kehausan. Manusia juga tidak lagi kepanasan dengan teriknya sinar matahari yang sangat menyengat.
          Meskipun hujan membawa rahmat dan berkah, tetapi ada juga yang menimbulkan bencana buat kita. Tetapi bukan hujan yang membuat kita bencana, melainkan kita sendiri yang kurang cinta dan peduli pada alam kita. Banjir dimana-mana, tanah longsor, penyakit merajalela. Coba introspeksi diri, siapa penyebab dari masalh-maslah yang datang ketika musim hujan turun? Jika anda sadar, pasti anda akan menjawab “Saya”.
          Masyarakat kurang peduli dengan alam, contoh kecilnya adalah membuang sampah sembarangan. Kalau dilihat, membuang sampah tidaklah mudah, tetapi karena kemalasan dan kecerobohan kita sendiri. Coba dari sekarang digalakkan gotong royong rutin, contohnya tiap minggu sekali. Saya percaya kalau ini dilakukan dengan serius, bumi ini akan indah dan bersih. Tidak ada banjir, tanah longsor dan penyakit. Kalau masalh penyakit, kita juga harus menjaga kesehatan dan makanan sehari-hari. Kondisi lingkungan juga akan mempengaruhi kondisi tubuh kita yng rentan terhadap penyakit. Jadi sebaiknya, individu sadar akan dirinya sendiri dan lingkungan sekitar. Bergotong royong menjadi bumi ini menjadi lebih baik dari sebelumnya.