Pages

Senin, 19 Desember 2011

BerDuka untuk Masyarakat Yogya dan sekitarnya


Banjir lahar dingin Merapi yang terjadi Senin 28 November 2011 pukul 16.30 WIB,  menyeret empat rumah warga hingga hancur. Juga empat unit truk yang sedang mengambil pasir.
Pasca kejadian tersebut, sebanyak 22 kepala keluarga yang meliputi 72 jiwa, warga Dusun Karangasem, Desa Blongkeng, Kecamatan Nggulon, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah hingga saat ini masih berada di pengungsian di Balai Desa Blongkeng. Warga masih trauma dengan kejadian banjir lahar dingin yang tiba-tiba menerjang tebing bibir Kali Putih, warga pun takut untuk kembali ke rumah karena sebagian besar rumah mereka di tebing yang rawan longsor.
Kebutuhan para pengungsi seperti makan, minum dan kebutuhan lainnya telah dicukupi, Alhamdulillah karena masyarakat masih peduli dengan saudara kita yang mengalami musibah tersebut. Banyak para relawan yang berada disana untuk membantu warga dalam proses evakuasi dan sebagainya.
Sebelumnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta mengingatkan masyarakat Yogya untuk mewaspadai hujan lokal yang terjadi di wilayah mereka selama sepekan terakhir ini. Dan mereka juga diharapkan untuk berantisipasi apabila adan kejadian buruk akan menimpa mereka akibat hujan deras yang sering terjadi. Hujan lokal dengan intensitas sedang dalam kurun waktu 2-3 jam di Yogya, dinilai berpotensi menyebabkan banjir lahar dingin, khususnya yang mengarah ke sisi barat Merapi, yaitu melewati sungai-sungai yang berhulu di Merapi seperti Sungai Putih, Apu, Pabelan, atau Sungai Krasak.